Menjaga Tradisi Lewat Jogja Fashion Week 2009

Yogyakarta mempunyai berbagai macam cara yang unik untuk menjaga nilai-nilai budaya tradisionalnya. Tradisi selalu dimunculkan dalam event-event baik yang bersifat insidental maupun yang rutin, baik yang dilaksanakan perorangan, lembaga swadaya masyarakat maupun yang dilaksanakan pemerintah daerah. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak lain menampilkan budaya-budaya khas Jogja yang diramu dengan budaya-budaya kontemporer yang ada. Jogja cukup bijak menyajikan berbagai percampuran budaya yang berbeda. Perbedaan dijadikan variasi dan ajang kreativitas untuk memunculkan budaya baru tanpa meninggalkan unsur budaya yang lama. Sehingga hal-hal semacam inilah yang menjaga nilai-nilai budaya tradisional Jogja tetap bertahan.

Seperti halnya pelaksanaan Jogja Fashion Week 2009 yang dilaksanakan pada tanggal 5-9 Agustus 2009 yang lalu di Pagelaran Keraton Yogyakarta dan  Street Carnival di jalan Malioboro. Tahun ini, yang merupakan tahun ke 4 pelaksanaan JFW  tema yang diangkat adalah “Boedaja in Motion” dengan maksud untuk lebih menggali budaya lokal yang ada. Tema tersebut mempunyai makna bahwa hasil desain yang ditampilkan harus mengandung atau mencerminkan nilai-nilai  budaya lokal Yogyakarta. Hal tersebut didukung dengan pelaksanaannya yang diadakan di Pagelaran Keraton Yogyakarta yang merupakan simbol nilai budaya Yogyakarta paling tinggi yakni Keraton Yogyakarta. Pelaksanaan carnival street juga menggunakan Andong sebagai kendaraannya, di mana Andong juga mencerminkan simbol budaya Yogyakarta.

Pagelaran Keraton Yogyakarta
Andong

Fashion asal Jogja yang terkenal adalah batik dan kebaya. Selama ber abad-abad batik dan kebaya menjadi ciri pakaian keraton dan masyarakat jogja pada umumnya. Untuk itu dalam perhelatan Jogja Fashion Week 2009 ini, eksplorasi akan batik dan kebaya ditunjukkan oleh para peserta. Perpaduan batik dan kebaya dengan sentuhan-sentuhan model pakaian kontemporer masa kini menjadi ajang kreativitas para desainer untuk menciptakan model pakaian yang unik-unik. Dari berbagai model yang ditampilkan, perpaduan tersebut melahirkan karya-karya yang indah, diantaranya model kebaya kontemporer lengkap dengan kondenya, variasi warna batik yang cerah dengan berbagai model dan batik-batik untuk busana muslim yang tidak kalah menarik. Eksplorasi nilai-nilai budaya dalam Jogja Fashion Week 2009 diharapkan akan mampu menciptakan trend fashion baik di Jogja, nasional dan bahkan Internasional.
Kebaya
Batik Warna-Warni Cerah
Busana Muslim Batik

Metode Analisis SWOT

Yang dimaksud dengan analisis SWOT adalah suatu cara menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal menjadi langkah-langkah strategi dalam pengoptimalan usaha yang lebih menguntungkan. Dalam analisis faktor-faktor internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Treathment) sebuah organisasi. Read more

Kesenian Aksi Muda

 aksimuda-1.jpgSebagian orang menyebut kesenian ini sebagai “peksi muda” yang artinya “burung muda” yang lincah. Dimaksudkan untuk menggambarkan dinamisnya para pemuda dalam olah gerakan silat dan tarian. Kesenian ini sudah hampir punah karena perubahan jaman. Di Banyumas, kelompok kesenian ini hanya tinggal satu kelompok tua yaitu di kecamatan Tambak, Banyumas  timur.  Kelompok ini menamakan dirinya kelompok aksi muda “setia muda”. Meskipun  banyak menggunakan kata muda, namun pada kenyataannya mereka sudah tua-tua, dan hanya beberapa yang masih terlihat muda (generasi penerus). Kesenian ini dipimpin seorang pendekar yang menguasai betul tentang gerakan pencak silat, tenaga dalam, magic, tarian, ketukan musik dan keselarasannya. Selain sebagai hiburan yang atraktif, kesenian ini mengandung berbagai makna dalam setiap lagu dan gerakannya.  Read more

Seni Tradisi Genjring


Seni tradisi ini banyak ditemukan di daerah Purwokerto, dan Banyumas pada umumnya. Di kalangan masyarakat Banyumas, kesenian tradisi ini lebih banyak yang berbasis di masjid. Pada masa lalu, kesenian ini cukup efektif untuk melakukan pembinaan generasi muda, karena hampir setiap malam anak-anak muda bertemu di masjid. Untuk mengisi waktu senggang, mereka memainkan genjring bersama-sama di masjid. Namun saat ini kesenian ini sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan kaum muda, sehingga jumlahnya didominasi kaum tua (50 tahunan). Read more

Pemberdayaan Masyarakat dan Kewirausahaan

Terjadinya kegagalan pada model pembangunan pada masa lalu, menyadarkan akan perlunya reorientasi baru dalam pembangunan, yaitu pendekatan pembangunan yang memperhatikan lingkungan dan pembangunan yang berwajah manusiawi. Pendekatan tersebut menempatkan manusia sebagai factor kunci yang memainkan peran penting dalam segala segi. Proses pembangunan hendaknya sebagai suatu proses yang populis, Read more

Metode Studi Kasus (Case Study) dalam Penelitian

Salah satu jenis penelitian kualitatif deskriptif adalah berupa penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus (Case Study). Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Data studi kasus dapat diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan, dengan kata lain data dalam studi ini dikumpulkan dari berbagai sumber (Nawawi, 2003). Sebagai sebuah studi kasus maka data yang dikumpulkan berasal dari berbagai sumber dan hasil penelitian ini hanya berlaku pada kasus yang diselidiki. Lebih lanjut Arikunto (1986) mengemukakan bahwa metode studi kasus sebagai salah satu jenis pendekatan deskriptif, adalah penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap suatu organisme (individu), lembaga atau gejala tertentu dengan daerah atau subjek yang sempit.

Read more

Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda

 Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda
(Sebuah Resume atas karya George Ritzer)
Oleh: Andik Nurcahyo

Ketika membaca judul buku ini, petanyaan pertama yang muncul mengapa sosiologi disebut sebagai ilmu pengetahuan yang berparadigma ganda ?. Disebut berparadigma ganda karena sosiologi dalam setiap memandang fenomena sosial yang terjadi mempunyai beberapa paradigma dimana setiap paradigma mempunyai pendefinisian, exemplar, teori-teori, metode-metode dan ahli pemikir yang berbeda pula. Perbedaan paradigma ini disebabkan oleh faktor perbedaan pandangan filsafat yang mendasari pemikiran masing-masing para ahli yang merintisnya, perbedaan filsafat ini yang membawa konsekwensi terhadap perbedaan teori-teori yang dibangun pada masing-masing paradigma, dan pada akhirnya metode yang dipakai memahami dan menerangkan subyek-matternyapun sangat berbeda. Memang sejak lahir dan berkembangnya ilmu sosiologi ini sangat syarat dengan pergolakan intern yang menegangkan pada ahli dan tokoh-tokoh penganutnya. Jadi inilah yang disebut Ritzer sebagai A Multiple Paradigm Science yang kemudian diterjemahkan oleh Alimanda
sebagai Paradigma Ganda. Sebenarnya kalau melihat penjelasan buku ini dimana ada tiga paradigma dan tiap paradigma mempunyai beberapa teori, maka paradigma ganda kurang tepat untuk mewakili kata A Multiple karena menurut Ritzer sendiri (pada babI) adalah sosiologi itu terdiri atas kelipatan beberapa paradigma, Sementara ganda dalam kosakata kita identik dengan dua atau doubel.

Read more

Sholawat Montro

montro-5.BMP

Sholawat Montro di temukan di daerah Kauman, Pleret, Kabupaten Bantul, DIY. Kesenian ini pencipta kesenian ini ialah Kanjeng Pangeran Yudhanegara, salah satu menantu Sultan Hamengkubuwono VIII yang kebetulan juga menjadi panglima laut Hindia Belanda. Kesenian ini Read more

Sholawat Jawi

 

 

jawi-5.BMP

Kesenian Shalawat Jawi di temukan di daerah Pleret, Bantul, dan beberapa juga sudah menyebar di sekitar kecamatan Pleret, atau bahkan di sekitar Kabupaten Bantul. Kesenian ini merupakan salah satu bentuk penegasan jawanisasi kesenian Islam. Kesenian yang berkembang seiring dengan tradisi peringtaan Maulid Nabi ini mengartikulasikan syair atau syiiran shalawat kepada Nabi Muhammad dengan medium bahasa Jawa, bahkan juga dengan melodi-melodi Jawa (langgam sinom, dandang-gula, pangkur dan lain-lain). Read more

KESENIAN SINGIRAN

 

singiran-1.BMP

Kesenian ini sangat jarang ditemui karena semakin punah, seiring kemajuan jaman, meninggalnya para pelakunya, dan sengaja di counter kelompok tertentu (islam modern) karena dianggap ada penyimpangan dari Islam. Kesenian Singiran merupakan salah satu bagian integral dari ekspresi seni tradisi ummat Islam. Kesenian ini berkembang seiring dengan tradisi memperingati seribu hari kematian (3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari) salah satu warga. Jika Read more

Next Page →