Snowball Sampling

Dalam penelitian Kualitatif, tentunya kita tidak asing lagi dengan teknik sampling bola salju (snowball sampling). Teknik ini merupakan teknik penentuan sample penelitian dengan mengikuti informasi-informasi dari sample sebelumnya. Misal dari Pak A mengatakan pak B yang tahu atau layak menjadi sample, selanjutnya pak B menunjuk lagi ke Pak C bahwa dia yang lebih layak, demikian seterusnya sampai ketemu dengan sample yang diinginkan atau yang memenuhi syarat.

Selama ini, dalam penelitian yang kulakukan teknik snowball sampling ini jarang sekali aku praktekkan, atau bilapun iya hanya terjadi secara sederhana saja, missal pak A mengatakan pak B yang layak jadi sample, dan ketika pak B yang kutemui langsung cocok/sesuai. Namun dalam penelitianku tentang seni tradisi syiiran di purwokerto beberapa waktu yang lalu, snowball sampling benar-benar kujalani beserta susah payahnya. Persoalannya banyak seni tradisi yang mulai punah karena pelaku-pelakunya sudah meninggal atau sudah sepuh, sedangkan generasi penerus lebih memilih kesenian kontemporer yang ada. Bahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga angkat tangan dalam persoalan ini.

Pencariaan paling susah adalah pada seni tradisi “ PEKSIMUDA” atau sekarang dikenal juga dengan “aksimuda”. Pencarian dilakukan kurang lebih selama 5 hari (sejak hari pertama di Purwokerto sampai ketemu pada hari ke 5). Ketika tahu data pemerintah tidak dapat di andalkan, maka pencarian dilakukan pada pelaku-pelaku seni yang lain dari mulut ke mulut dan dari tempat satu ke tempat yang lain. Entah berapa orang yang sudah kami tanyai dan tempat yang kami datangi, hingga akhirnya pada hari ke 3 ada titik cerah di daerah banyumas perbatasan cilacap ada kampong yang dulu mempunyai kelompok kesenian tersebut. Setelah tanya berulang kali akhirnya ketemu kampong itu dan ketika bertemu dengan dalang/sesepuh/pendekarnya jawaban yang kami peroleh cukup singkat. “ sudah bubar sejak lama, saya dalangnya sudah tua (80 tahunan)”. Kandas lagi.

Kami tidak menyerah hingga akhirnya pada hari ke 5 ada salah seorang yang mau mengantar ke perbatasan Banyumas-Gombong karena menurut cerita ada kesenian tersebut di sana. Sampai sana kesenian sudah bubar (sudah tua pemainnya), kami mendapat rekomendasi bahwa di kampong sebelah (sekitar 2 km) ada kelompok yang masih eksis. Namun setelah sampai kampong sebelah jawaban yang sama yang kami terima dan untungnya dijuga merekomendasikan kelompok lain yang letaknya tidak jauh dari situ (sekitar 1 km). Dan akhirnya ketemu juga pemimpin kelompok kesenian tradisi “Peksimuda” tersebut.

Inilah praktek snowball sampling yang panjang dan melelahkan yang pernah ku lakukan. Ya memang capek, namun tantangan untuk menemukannya akan semakin besar bila belum ketemu. Dan ketika ketemu pasti PUAS…PUAS. Seperti bola salju semakin lama akan semakin besar….. dan akhirnya terhenti pada satu titik. Hehehe …… capek deeh…..

Ada komentar?

Comments

2 Responses to “Snowball Sampling”

  1. rheza d_vitaholiC on March 11th, 2008 5:23 am

    sy sedang mencari info ttg snowball method u.skripsi sy
    trims sdh membantu n memberi gambaran ttg metode snowball dlapangan nanti.
    jazakumullah akhi

  2. Andik Nurcahyo on March 13th, 2008 8:58 am

    Silahkan diambil manfaatnya, semoga ada sedikit manfaat yang bisa saudara ambil. dan terima kasih.

Leave a Reply