Syiiran dalam perspektif sastra arab (ilmu arudh)
Syi’ir : puisi-puisi imajinatif
Nadhom: Bait-bait yang berisi pelajaran
Syiir ada pola dan rima. pola merupakan kaki-kaki sajak yang mempunyai 16 macam pola.
Macam puisi arab:
-
Untuk memuji
-
untuk membanggakan
-
Untuk menjelekkan lawan
-
Untuk meratap
dari ke 4 macam di atas yang banyak datang ke Indonesia adalah yang berupa pujian rosul (sholawatan). yang pada perkembangannya oleh kyai-kyai jawa diisi dengan syiiran dengan mematuhi kaki kaki sajaknya.
di pesantren syiiran tidak ada yang berbahasa jawa, yang bahasa jawa digunakan ketika di masyarakat. Dan pada dasarnya syiiran berkembang di luar pesantren.
(tulisan ini merupakan intisari dan pengembangan dari presentasi Ibu Hindun, M.Hum – dosen sastra arab UGM, pada Workshop “Belajar dari Syi’iran: Art and Multicutural” yang diselenggarakan Recent Media – Yayasan Akar Rumput)
Comments
2 Responses to “Syiiran dalam perspektif sastra arab (ilmu arudh)”
Leave a Reply
apa perkembengan syi`ir arab
lohh…koktulisannya segini tok???