“Daerah Santri” di Bantul

Berawal dari kesombongan pemikiran sebagai seorang pendatang dari Jawa Timur. Saya selalu membandingkan kehidupan antara di kampung halaman (Lamongan) dengan yang ada di perantauan (Jogja), terutama kehidupan beragama. Memang secara umum nuansa keagamaan dalam kehidupan sehari-hari lebih kental di kampung halaman saya. Sehingga hal ini membuat saya mulai memandang sebelah mata tentang kehidupan keagamaan di Jogja. Dan keadaan ini berlangsung lama. Sejak pertama saya menginjakkan kaki di Jogja (th 1999).

Sampai pada akhirnya pada awal 2007 yang lalu, saya menemukan fakta yang mengejutkan tentang keberadaan “kota santri” di Kabupaten Bantul. Read more