KESENIAN SINGIRAN
Kesenian ini sangat jarang ditemui karena semakin punah, seiring kemajuan jaman, meninggalnya para pelakunya, dan sengaja di counter kelompok tertentu (islam modern) karena dianggap ada penyimpangan dari Islam. Kesenian Singiran merupakan salah satu bagian integral dari ekspresi seni tradisi ummat Islam. Kesenian ini berkembang seiring dengan tradisi memperingati seribu hari kematian (3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari) salah satu warga. Jika
dilihat dari isinya, seni tradisi ini berisikan nasehat-nasehat bagi si mayat dan nasehat kebajikan bagi anak cucu yang masih hidup untuk selalu mendoakan orang tua mereka.
Kelompok kesenian ini salah satunya ditemukan di daerah Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY. Kelompok ini menamakan keseniannya sebagai “ Singir Ndjaratan” yang artinya “tembang kematian”. Selain menarasikan nasehat-nasehat kebajikan, kesenian ini juga dimaksudkan sebagai upaya untuk mendoakan para leluhur melalui pembacaan kalimat tahlil yang mengiringi pembacaan narasi syiiran. Kesenian ini semakin hari digerus oleh perspektif Islam modernis dan banyak tergantikan dengan tahlil dan yasinan. Kesenian ini tidak menggunakan alat musik, namun diiringi tahlil bersama sepanjang pembacaan singir-singirnya. Sedangkan irama atau langgam singir digunakan langgam-langgam macapat. Secara garis besar kesenian ini diawali dengan pembacaan tahlil, kemudian bacaan singir secara bergantian, dan kemudian pembacaan sholawat (srokal) serta diakhiri dengan doa.
Comments
4 Responses to “KESENIAN SINGIRAN”
Leave a Reply
Semakin punah karena mungkin dianggap tidak ada dalam syariat Islam. sama seperti tradisi 7 hari-1000 hari
Kesenian ini diintroduksi menjadi tahlilan.Dalam syareat memang nggak ada. Tapi bukan itu yang menyebabkan kepunahannya. Diantaranya generasi muda tidak ada yang mau melanjutkannya. Beruntung masih dapat yang satu ini.
apapun bentuk kesenian itu kalau saya lihat sepintas adalah wujud kecintaan manusia dan penciptanya. bahkan ketika matipun diantaar oleh doa2 sampai waktu tertentu.Hal ini juga menurut sy adalah sebuah karya…Jagan lupa Kita Ini Indonesia
di daerah-daerah di jawa masih ada tradisi seperti kesenian singiran tetapi di perkotaan udah jarang dilaksanakan.