Syi’iran dalam Perspektif Etnomusikologi
Dalam perspektif Etnomusikologi Syi’ran adalah nyanyian yaitu ada lirik (bahasa/sastra) dan ada lagu (melodi/artistic/ musicologis).
Di Kebumen ada semacam syi’iran dengan nama Jamjanen yang mengacu pada nama Kyai yang mengajarkannya.
Syi’iran hadir dari pertemuan dua budaya yaitu jawa dan arab (dualisme) yang dalam pertemuannya dapat dibedakan tebal-tipisnya. artinya mana yang lebih tebal budaya arabnya (pesisir) dan mana yang lebih tebal budaya jawanya (pedalaman/selatan).
Mengenal Syi’iran
Pada mulanya pemahaman awal saya dan teman-teman terhadap kata Syi’iran adalah merupakan salah satu genre yang terdiri atas kata dan lagu, yang beredar secara lisan (oral transmission) di antara komunitas lokal Jawa, terutama berpusat kampong-kampung di wilayah Pantai Utara Jawa. Sebagai sastra lisan, syi’iran memang bersifat lokal, yaitu bahwa bahasa yang dipergunakan adalah bahasa daerah di mana tradisi syi’iran itu ada.
Menjelajah Seni dan Tradisi Islam
Tema ini diilhami oleh apa yang kulakukan dalam riset dokumentasi. Riset ini berusaha mendokumentasikan beberapa kesenian tradisi Islam yang ada di Indonesia. Yang rencananya untuk tahun ini akan dilakukan di lima Kabupaten/kota yaitu Bantul, Purwokerto, Rembang, Jombang dan Lamongan.